Sabtu, 22 Juni 2013

Respon Quest - Dua Barat dan Dua Timur



Ar-Rahman [55]: 17
"Tuhan yang memelihara kedua tempat terbit matahari dan Tuhan yang memelihara kedua tempat terbenamnya."

sebagaimana kita ketahui bahwasanya tempat terbitnya matahari adalah di sebelah Timur, dan terbenam matahari adalah di sebelah barat. Ayat ini sering dijadikan bahan pertanyaan nonmuslim, yakni

"kedua tempat terbit dan kedua tempat terbenamnya matahari, berarti timurnya dua baratnya dua donk! truz timur dan barat yang satunya kemana!? oot ya!

pertanyaan diatas adalah pertanyaan yang saya alami sendiri. Sebenarnya dia yang berkata seperti atas tidak mengetahui makna yang terkandung didalam ayat tersebut.

Maksud dari dua timur dan dua barat menurut ahli tafsir adalah tempat terbitnya dan terbenamnya matahari pada dua musim, yaitu musim panas dan musim dingin.

Ayat ini sebenarnya juga menjelaskan bahwa "bumi itu bulat" bagaimana bisa ayat ini di korelasikan dgn fakta bahwa "bumi itu bulat"?

Allah SWT. memberikan pengetahuan di dalam ayat ini mengenai penjelasan bahwa bumi itu adalah bulat. dimana arah Timur (tempat terbit matahari) & Barat (tempat terbenamnya matahari) adalah arah yang sangat relatif.

Fakta bumi ini bulat, ditemukan oleh Christoper Columbus pada abad ke-15 (9 abad setelah Alquran diturunkan) dimana Columbus melakukan ekspedisi kearah barat untuk mencapai tempat yg dikatakan di dalam peta itu posisinya adalah arah timur. Dan diakhir ekspedisinya saat ia menemukan tempat yg di maksud akhirnya disimpulkan bahwa TIDAK ADA POSISI PALING TIMUR ATAU PALING BARAT DALAM BUMI INI.

Lalu apa korelasi antara "bumi itu bulat" dgn "dua timur dan dua barat"?

jawabannya ialah, hanya jika bumi itu bulat maka paling tidak timur akan menjadi dua dan barat akan menjadi dua dalam posisi yang relatif!

Posisi matahari pun relatif terhadap bumi, dari dua tempat yg tepat berseberangan maka matahari dilihat pada posisi barat sekaligus timur.

Seperti gambar di atas!!

Dengan begitu dapat kita simpulkan.
1. Jika matahari terbit disuatu tempat berarti disaat yang sama maka matahari terbenam ditempat yg lainya. Begitupun seabliknya.
2. Tidur disuatu tempat berasti barat ditempat lainnya. Begitupun sebaliknya.

Maka, terdapatlah dua timur (tempat terbit matahari) dan dua barat (tempat terbenam matahari) karena bumi itu bulat.

Jumat, 21 Juni 2013

Beda Sunni Dan Syiah

SUNNI : Adalah mereka yang percaya bahwa jalan untuk memilih pemimpin tertinggi adalah melalui AHLUL-HALLI WAL-’AQDI ( seperti Dewan Perwakilan ) dalam sebuah jamaah muslimin. Dengan demikian, mereka sangat menghormati para sahabat nabi dan memercayai keabsahan penunjukan Abu Bakar, Umar bin Khatab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib — semoga Allah SWT meridhai mereka semua, sebagai khalifah kaum muslimin setelah wafatnya Rasulullah.

SYIAH : Adalah mereka yang terdiri dari beberapa golongan, dan golongan Syiah yang paling populer adala Syiah Imamiyyah Al-Itsna 'Asyariyyah. Mereka ini adalah para pemimpin tertinggi yang berada di kalangan masyarakat Iran. Mereka berpendapat bahwa penunjukan Imam ( pemimpin ) dilakukan secara NASH ( Tertulis ) seperti halnya yang terjadi pada penunjukn para Nabi. Mereka berpendapat bahwa Nabi Muhammad telah menetapkan Ali bin Abi Thalib sebagai Imam setelah beliau wafat. Mereka mencela para sahabat karena tidak menyetujui hal tersebut. Mereka juga tidak percaya keabsahan penunjukan Abu Bakar, Umar bin Khatab, dan Utsman bi Affan sebagai khalifah. Disamping itu, kaum Syiah juga memiliki banyak penyimpangan, baik dari aspek ideologi maupun amalan.
__________________________________________

Sumber : Mereka bertanya Islam menjawab, Prof. Dr. Shalah Shawi, hal. 52-53 ).
__________________________________________



Respon Quest - Wanita Baik sama dengan Kotoran?

Kita semua sudah tahu bahwa Situs Faith Freedom atau disingkat FF atau FFI adalah kumpulan orang-orang yang sangat phobia terhadap Islam, senang menghujat dan menfitnah Islam. mereka tidak segan-segan memelintir, merubah redaksi, menutup mata terhadap fakta atau kebenaran yang sesungguhnya asalkan hawa nafsu mereka untuk menghujat terpuaskan.

Kali ini mereka mempersoalkan sebuah Hadits Nabi yang berisi perumpamaan bagi wanita yang baik-baik yang berada ditempat yang jelek. Yang menurut mereka diumpamakan seperti kotoran.

Tuduhan : perempuan baik - baik sama dengan kotoran

"Berhati-hatilah kalian terhadap Khadra’ ad-Diman (hijaunya kotoran ternak), Rasulullah ditanya, apakah khadra’ ad-diman itu? Beliau bersabda; Perempuan yang baik di lingkungan yang buruk. "

conclusinya adalah:  perempuan yang baik = kotoran ternak   kasihan para muslim

Respon :

Menurut kami tidak ada yang masalah dengan hadits tersebut. Karena akal cerdas kita bisa membaca bahwa isi dari hadits tersebut adalah perumpamaan bukan makna yang sebenarnya.

Bahwa lingkungan yang buruk tentu dapat menimbulkan efek negatif bagi wanita tersebut maupun orang lain.

Selain itu, Hadits ini juga setelah ditakhrij ternyata Dhoif.

Berhati-hatilah kalian terhadap Khadra’ ad-Diman (hijaunya kotoran ternak), Rasulullah ditanya, apakah khadra’ ad-diman itu? Beliau bersabda; Perempuan yang baik di lingkungan yang buruk."

Al-Iraqi berkata; Hadis ini dla’if, dan juga didla’ifkan oleh Ibnu al-Mulqin.

Al-Albani berkata; Hadis ini dla’if jiddan (lemah sekali). Takhrij al-Ihya’ (2:42), adl-Dla’ifah:14


Oleh karena itu jika Hadits sudah Dhoif maka jelas itu bukan perkataan Nabi. Sehingga tidak perlu dirisaukan.  Sementara soal penghujatan FFI, tidak perlu terlalu dirisaukan, orang-orang kafir memang kenyataanya suka menghujat dan menfitnah. dan kami yakni meski mereka sudah membaca bantahan atau tanggapan dari kami, mereka pastinya tetap saja akan menghujat dan mencaci maki Nabi Muhammad. Karena tujuan utama mereka bukanlah meraih kebenaran, tapi ingin menghujat dan mencaci maki. Dan orang-orang yang suka mencaci maki tidak membutuhkan kebenaran, tapi yang mereka butuhkan hanyalah pemuasan hawa Nafsu mereka.


Wallahu A'lam . . .

Sifat Muslim Yang Sempurna

Dari ‘Abdullah bin ‘Umar radhiallahu ‘anhuma , Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Yang disebut dengan muslim sejati adalah orang yang selamat orang muslim lainnya dari lisan dan tangannya. Dan orang yang berhijrah adalah orang yang berhijrah dari perkara yang dilarang oleh Allah .” (HR. Bukhari no. 10 dan Muslim no. 40 )

Dan dalam riwayat Tirmidzi dan An Nasa’i,

“Seorang mu’min (yang sempurna) yaitu orang yang manusia merasa aman darah mereka dan harta mereka dari gangguannya.”

Dan tambahan dalam riwayat lain,

“Dan yang disebut dengan orang yang berjihad adalah orang yang bersungguh-sungguh dalam melaksanakan ketaatan kepada Allah .”

Hadis di atas menjelaskan tentang beberapa istilah yang ditetapkan oleh Allah dan Rasul-Nya sebagai sebagai kunci kebahagiaan dunia dan akhirat, yaitu Islam, Iman, hijrah dan jihad Dan disebutkan pula batasan-batasannya dengan menggunkan kalimat yang ringkas namun sarat makna. Seorang muslim yang sempurna adalah jika orang-orang muslim lainnya selamat dari gangguan lisan dan tangannya.

Oleh karena itulah hakikat islam adalah menyerahkan diri kepada Allah, menyempurnakan ibadah hanya kepadaNya dan menunaikan hak-hak Allah dan hak-hak sesama muslim lain. Dan tidak akan sempurna islam seseorang hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya. Hal ini tidaklah terrealisasi kecuali dengan selamatnya saudaranya dari kejelekan lisannya dan jeleknya perbuatan tangannya.

Karena hal ini merupakan kewajiban dasar seorang muslim terhadap saudaranya sesama muslim. Jika saudaranya saja tidak bisa selamat dari gangguan lisan dan tangannya, bagaimana mungkin dia bisa melaksanakan kewajibannya terhadap saudaranya sesama muslim? Selamatnya saudara-saudaranya dari keburukan perkataan dan perbuatannya, merupakan salah satu tanda sempurnanya keislaman seseorang.

Dalam hadits yang telah disebutkan di awal, Rasulullah menjelaskan bahwa seseorang yang mempunyai iman yang sempurna ialah jika manusia merasa aman dari gangguannya. Karena sesungguhnya iman, jika ia telah tinggal di dalam hati dan memenuhinya, maka ia akan mendorong pemiliknya untuk melaksanakan hak-hak iman. Di antara hak- hak iman yang paling penting adalah: Menjaga amanah, jujur dalam bermuamalah, dan menahan diri dari berbuat dholim terhadap manusia dalam perkara darah dan harta mereka. Jika dia telah melaksankan hal-hal tersebut, maka dengan hal itulah orang- orang akan mengenal kebaikan-kebaikannya tersebut, sehingga mereka pun akan merasa aman (karena merasa tidak akan di ganggu) darah dan harta mereka. Dan orang-orang pun akan percaya terhadapnya karena mereka tahu bahwa dia adalah orang yang menjaga amanah, karena menjaga amanah adalah termasuk dari kewajiban keimanan yang paling penting. Sebagaimana Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

“Tidaklah sempurna iman seseorang yang tidak menjaga amanah .” (HR. Ahmad 3/135, Ibnu Hibban 194. Dishahihkan oleh syaikh Al Albani dalam shahiihul jaami ’ )

Begitu pentingnya seorang muslim mempunyai sifat menjaga amanah hingga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun menyebutkan bahwa iman seseorang tidaklah sempurna hingga ia menjadi seseorang yang menjaga amanah.

Rasulullah shallallahu ‘alihi wa sallam punmenjelaskan dalam hadits di atas bahwa hijrah yang menjadi kewajiban bagi setiap individu kaum muslimin adalah hijrah meninggalkan perbuatan dosa dan maksiat, dan kewajiban ini tidaklah gugur bagi tiap mukallaf (orang yang baligh dan berakal) bagaimanapun keadaannya. Karena Allah Ta’ala telah melarang para hambanya melakukan perbuatan-perbuatan haram dan perbuatan maksiat. Adapun hijrah secara khusus adalah seseorang berpindah dari suatu negri kafir atau negri yang penuh dengan perbuatan bid’ah menuju negri islam. Hijrah ini tidak wajib bagi semua individu, akan tetapi hukumnya berbeda-beda bagi setiap orang sesuai keadaannya.

Kemudian dalam hadits tersebut Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan hakikat orang yang berjihad, yaitu orang yang berjuang melawan dirinya untuk melakukan ketaatan kepada Allah. Karena sesungguhnya jiwa manusia seringkali merasa malas untuk melakukan ketaatan, memerintahkan kepada perbuatan buruk, dan cepat mengeluh ketika mendapat musibah. Oleh karena itulah seseorang butuh kesungguhan untuk melawan nafsunya agar dia dapat kokoh di atas ketaatan kepada Allah Ta’ala , agar dia bisa bersabar ketika mendapatkan musibah. Maka inilah bentuk ketaatan yang sesungguhnya, yaitu seseorang bersungguh- sungguh melaksanakan perintah, bersungguh-sungguh menjauhi larangan dan bersabar atas takdir yang menimpanya.

Siapa saja yang mengamalkan hadits di atas maka dia telah mengamalkan perkara agama semuanya. Karena hadits tersebut menyebutkan bahwa seorang muslim yang sejati adalah orang yang muslim lain selamat dari lisannya, orang yang manusia merasa aman darah dan harta mereka darinya, orang yang meninggalkan perkara yang Allah larang, orang yang bersungguh-sungguh berjuang melawan dirinya untuk melaksanakan ketaatan kepada Allah.

Baginya, tidak ada kebaikan dalam perkara agama maupun perkara dunia, baik lahir maupun batin kecuali dia akan melaksanakannya, dan tidak ada keburukan kecuali pasti dia akan meninggalkannya. Semoga Allah Ta’ala memberikan kita Taufik untuk dapat mengamalkan hadits di atas. Hanya Allah-lah sebaik-baik pemberi Taufik.

Sumber : muslinah.or.id