[Matius 28:18] Yesus mendekati mereka dan.berkata: “KepadaKu telah diberikan segala kuasa di sorga dan bumi. Ayat Matius 28:18 ini adalah AYAT PALSU!.
Karena Kitab Matius fasal 28 sebetulnya hanya sampai ayat 15. Sebagai berikut:
[Matius 28:15] Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan CERITERA INI TERSIAR diantara orang Yahudi SAMPAI SEKARANG INI.
King James Version:
[Matthew 28:15] So they took the money, and did.as they were taught: and this saying is commonly.reported among the Jews UNTIL THIS DAY.
American Standard Version:
[Matthew 28:15] So they took the money, and did as they were taught: and this saying was spread abroad among the Jews, and continueth UNTIL THIS DAY.
Fokuskan pada kata yang saya huruf besarkan diatas: CERITA INI TERSIAR (di antara orang Yahudi) SAMPAI SAAT INI. Ini adalah KATA-KATA PENUTUP DARI LAZIMNYA SEBUAH CERITA! .... Pada Alkitab versi King James dan American Standard diatas, jelas sekali tertulis …”Until this day” (sampai hari ini). Begitu pula kalau kita melihat Alkitab dalam bahasa sehari-hari ( BIS ) :
[Matius 28:15] Maka tentara pengawal itu mengambil uang itu, dan melakukan seperti yang dipesankan kepada mereka. Oleh karena itu cerita itu masih tersiar di.antara orang Yahudi SAMPAI PADA HARI INI.
Ayat Matius 28:15 inilah sesungguhnya ayat terakhir dari Kitab Matius fasal 28. Sedangkan lima ayat berikutnya, Matius 28:16-20, adalah ayat-ayat yang baru ditambahkan oleh Gereja kemudian.
[Matius 28:16] Dan kesebelas murid itu berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus.kepada mereka.
[28:17] Ketika melihat Dia mereka menyembahNya, tetapi beberapa orangragu-ragu.
[28:18] Yesus mendekati mereka dan berkata: “KepadaKu telah diberikan segala kuasa di sorga
dan di bumi.
[28:19] Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
[28:20] dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”
Mereka yang dikaruniai akal sehat dan membaca Kitab Matius fasal 28 ini dengan cermat akan segera mendeteksi bahwa Injil Matius 28:15 merupakan penutup Injil Matius 28.
“Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan CERITA INI TERSIAR diantara orang Yahudi SAMPAI SAAT INI” (Matius 28:15).
Perhatikan kata-kata yang saya huruf besarkan diatas, “CERITA INI TERSIAR SAMPAI SAAT.INI” (;Sampai hari ini) menunjukkan bahwa peristiwanya sudah lama berlalu. Ini memperlihatkan bahwa Injil ini sudah lama selesai ditulis. Cerita ini sudah menjadi cerita rakyat yang terus dipupuk selama puluhan tahun, baru kemudian ayat 16-20 ditambahkan.
Namun karena Gereja ingin menambahkan doktrin keimanan mereka dalam Injil, sehingga tanpa malu-malu mereka menambahkan ayat-ayat palsu tersebut, walaupun akhirnya janggal di kuping yang mendengarnya. Maka tulisan yang ada pada ayat Matius 28 pasal 15 itu seharusnya.akan ditaruhnya pada akhir ayat Matius 28 atau tepatnya SETELAH/PADA ayat Matius 28:20! Perhatikan kalimat “… CERITERA INI TERSIAR DIANTARA ORANG YAHUDI SAMPAI SAAT INI!” (;sampai hari ini/until this day), Kalimat begini kan jelas.merupakan SEBUAH KALIMAT PENUTUP!
Semoga apa yang saya maksudkan dalam pemaparan saya ini bis di Pahami oleh rekan-rekan sekalian. Baiklah akan saya jelaskan lagi.
——————————————
- Matius 28 pasal 11-15 adalah berisikan mengenai Dusta Mahkamah Agama (cerita mengenai serdadu serdadu romawi disogok). Menariknya adalah sebagian tulisan terakhir dari ayat Mat.28:15 itu: ‘CERITERA INI TERSIAR DI ANTARA ORANG YAHUDI SAMPAI SEKARANG INI’. Kalau ibarat film kalimat macam begini kan sama
artinya dengan kalimat ‘THE END’ atau kalau dalam komik ‘TAMMAT’ (^_^)
- Matius 28 pasal 16 sampai 20 intinya adalah perintah untuk memberitakan Injil kepada seluruh makhluk, padahal dulu jelas-jelas Yesus telah memerintahkan
kepada murid-muridnya untuk HANYA menyebarkan Injil kepada bangsa Yahudi saja (Matius 15:5-6 & 15:24-26), tapi sekarang fokus.saya adalah Mat.28:16-20 ini bukan ke.pertentangan masalah tersebut.
Silahkan perhatikan lagi :
Matius [28:16] Dan kesebelas murid itu berangkat ke.Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka.
[28:17] Ketika melihat Dia mereka menyembahNya, tetapi beberapa orangragu-ragu.
[28:18] Yesus mendekati mereka dan berkata: “KepadaKu telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.
[28:19] Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam.nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
[28:20] dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.
Sekarang saya tanya. Apakah cerita ketika Yesus memerintahkan untuk menyebarkan Injil kepada seluruh bangsa seperti dikatakan dalam Mat.28:19-20 ini TIDAK TERSIAR SAMPAI SAAT INI????? Jelas sampai sekarang cerita tersebut masih tersiar bahkan cerita ini JAUH LEBIH TERSIAR daripada cerita dalam
Mat.28:11-15 mengenai dusta mahkamah agama (serdadu romawi disogok) itu..... Tapi mengapatulisan “…CERITA INI TERSIAR SAMPAI SAAT INI”
sudah ada sebelum Matius 28:16..??? — Yaitu tepatnya pada ayat Mat.28:15 ??? — Sebabnya karena memang ayat itulah sebetulnya AYAT PENUTUP dari Injil Matius 28!
Seharusnya kalau ayat-ayat Kitab Matius 28:16 itu benar-benar ada, maka sebagai ayat penutup Matius 28 adalah ayat Mat.28:20 dan isinya seharusnya sbb:
[28:20] dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman. DAN CERITERA INI TERSIAR SAMPAI SAAT INI. Masalahnya adalah kalau memang ayat Mat.28:16-20 itu benar-benar ada dan merupakan kelanjutan dari Mat.28:11-15 maka kalimat “… CERITA INI TERSIAR SAMPAI SAAT INI”.. alias kalimat “THE END” atau “TAMMAT” itu harusnya baru ada setelah Ayat Matius pasal 28:20 (atau menjadi ayat terakhir dari Matius 28) Karena bukankah KEDUA CERITA itu (Mat.28:15-cerita tentang serdadu romawi disogok MAUPUN Mat.28:20-cerita tentang perintah dari Yesus untuk menyebarkan Injil) MERUPAKAN SATU RANGKAIAN CERITA? Merupakan bagian-bagian cerita YANG SAMBUNG-BERSAMBUNG dalam Injil Matius 28?
Kenapa ketika belum sampai ayat Mat.28:20, melainkan baru sampai Mat.28:15 sudah ada tulisan “memvonis” seperti lazimnya seorang kakek yang ingin menyudahi cerita ketika sedangmendongeng kepada cucunya: “KISAH/TULISAN INI MASIH TERSIAR SAMPAI SEKARANG INI CUCUKU!” …(^_^)
Masalah ini kalau mau dianalogikan, ibarat komik yang terdiri dari jumlah keseluruhan 100 halaman, jelas halaman terakhirnya dari komik tersebut adalah halaman 100 (analogi dengan Kitab Matius 28; Halaman 100 itu sama dengan Mat.28:20).
Saya lanjutkan kembali. Maka seharusnya tulisan ‘THE END’ atau ‘TAMMAT’ untuk mengakhiri, atau sebagai penutup dari komik tersebut harusnya juga adanya di halaman terakhir buku tersebut, yaitu halaman 100. Seperti juga seharusnya kalimat .CERITA INI TERSIAR SAMPAI SAAT INI’ pada Matius 28 harusnya juga ada pada ayat terakhir pada Matius 28 itu yaitu tepatnya pada ayat Matius 28:20. Ndilalah kok pada kenyataannya sekarang ini kalimat ‘CERITA INI TERSIAR SAMPAI SAAT INI’ dalam Matius pasal 28 kok sudah ada pada ayat ke-15nya -(harusnya pada Matius pasal terakhir/ke-20 donk)-?!?!? Ini sama aja tulisan ‘THE END’ atau ‘TAMMAT’ dalam komik yang saya ceritakan diatas itu sudah ada pada halaman 90! Atau malah baru di halaman 70 dsb! -(Harusnya yang benar pada halaman terakhirnya alias halaman 100 donk!)…
Jadinya tulisan “CERITA INI TERSIAR SAMPAI SAAT INI’ dalam Matius 28 dan tulisan ‘THE END’/'TAMMAT’ dalam komik diatas itu ibarat bayi berarti LAHIRNYA TERLALU CEPAT alias PREMATURE! Harusnya baru muncul pada ayat Mat.28:20 kok sudah ada pada ayat Mat.28:15. Harusnya baru ada pada halaman 100 kok sudah keburu nongol pada halaman 90! Mengenai ayat-ayat palsu yang baru ditambahkan oleh Gereja ini, perhatikanlah pernyataan para pakar Alkitab dan sejarah pemikiran Kristen seperti:
- Hugh J. Schonfield, nominator pemenang Hadiah Nobel tahun 1959, dalam bukunya The Original
New Testament, hal. 124: “This (Matthew 28:15) would appear to be the end of the Gospel (of Matthew). What follows (Matthew 28:16-20) from the nature of what is said, would then be a latter addition”.“Ayat ini (Matius 28:15) nampak sebagai penutup Injil (Matius). Dengan demikian, ayat-ayat selanjutnya (Matius 28:16-20), dari.kandungan.isinya, nampak sebagai (ayat-ayat) yang BARU DITAMBAHKAN KEMUDIAN”.
- Selanjutnya, Robert Funk, Professor Ilmu
Perjanjian Baru, Universitas Harvard, dalam bukunya The Five Gospels, mengomentari ayat-
ayat tambahan ini sebagai berikut: “The great commission in Matthew 28:18-20 have been created by the individual evangelist… reflect the evangelist idea of launching a world mission of the church. Jesus probably had no idea of launching a world mission and certainly was not.the institusion builder. (is is) not reflect direct instruction from Jesus”
“Perintah utama dalam Matius 28:18-20….diciptakan oleh para penginjil…. memperlihatkan ide untuk menyebarkan ajaran Kristen ke seluruh dunia. YESUS SANGAT MUNGKIN TIDAK MEMILIKI IDE UNTUK MENGAJARKAN AJARANNYA KE SELURUH DUNIA DAN (Yesus) SUDAH PASTI BUKAN PENDIRI LEMBAGA INI (agama Kristen). (Ayat ini) tidak menggambarkan perintah yang diucapkan Yesus”
Disadur dari : http://m.facebook.com/permalink.php?id=231395520334142&story_fbid=233928016747559
Selasa, 18 Juni 2013
Sabtu, 15 Juni 2013
Sejarah Larangan Membunuh Katak
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,,
Banyak diantara kita yang mungkin masih bertanya-tanya perihal "Larangan Membunuh Katak" oleh nabi saw. Mengapakah katak dilarang dibunuh oleh Nabi, apa yang menyebabkan katak tidak boleh dibunuh ??
Insya allah Kami akan memberikan Jawabannya secara singkat.
Pemulaan daripada larangan tersebut adalah ketika kisah Nabiyullah Ibrahim ’alaihi salam sewaktu beliau akan dibakar hidup-hidup oleh raja Namrud.
Diriwayatkan di dalam Syi'bul Iman oleh Al Imam Baihaqi juga di dalam tafsir Imam Qurthubi, ketika seekor katak tidak tahan melihat Nabi Ibrahim mau dibakar oleh Raja.Namrud, (padahal) tidak bisa berbuat apa apa seekor katak, ia hanya menaruh air di mulutnya, Berapakah besar mulutnya katak mau
memadamkan apinya Ibrahim? (Api menyala) lebih besar dari bukit, Katak mengambil air dari.sungai dan melompat lompat dan.menyemburkan air itu ke api, tidak berguna.perbuatan katak itu, Tidak akan bisa memadamkan api, tapi Yang Maha Melihat, (tetap) melihat!! Allah Swt melihat jiwa seekor katak yang kecil yang tidak dilihat oleh makhluk lainnya. Allah Swt tahu niat daripada hamba Nya yang kecil itu, cintanya kepada Nabiyullah Ibrahim dan niatnya menyelamatkan Nabi Ibrahim (padahal Nabi Ibrahim sudah dilindungi.oleh Allah) maka Allah mengharamkan katak.untuk dibunuh sampai akhir zaman.
Semua katak, padahal ini perbuatan satu saja. Yang berbuat satu, semua katak sampai akhir zaman haram dibunuh. Sampai diriwayatkan lebih dari 20 hadits, pelarangan Nabi saw membunuh katak sehingga para sahabat datang kepada Rasul saw mengajukan pertanyaan
“ada katanya jenis obat tapi diambil dari katak, harus membunuh katak”
dan Rasul saw melarangnya. Jangan jadikan pengobatan dari katak. Kenapa? karena katak dilindungi sampai akhir zaman. Kenapa? satu diantaranya pernah ingin menyelamatkan Nabi Ibrahim as.
Itulah kisah daripada larangan membunuh katak oleh Nabi. Begitu besar kemuliaan Allah yang menjadikan makhluk, hal yang kecil dan terlihar secara zahirnya tidak berguna namun hal kecil tersebut memberikan sebuah efek yang sangat besar. Allah Maha Mengetahui segala aa yang dilkukan hambnya.
Sebagaimana Firman-Nya,
“Wahai anakku, sesungguhnya jika ada sesuatu perbuatan seberat biji sawi dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan membalasnya. Sesungguhnya Allah Maha Lembut lagi Maha Mengetahui.” (QS. Luqman: 16)
Banyak diantara kita yang mungkin masih bertanya-tanya perihal "Larangan Membunuh Katak" oleh nabi saw. Mengapakah katak dilarang dibunuh oleh Nabi, apa yang menyebabkan katak tidak boleh dibunuh ??
Insya allah Kami akan memberikan Jawabannya secara singkat.
Pemulaan daripada larangan tersebut adalah ketika kisah Nabiyullah Ibrahim ’alaihi salam sewaktu beliau akan dibakar hidup-hidup oleh raja Namrud.
Diriwayatkan di dalam Syi'bul Iman oleh Al Imam Baihaqi juga di dalam tafsir Imam Qurthubi, ketika seekor katak tidak tahan melihat Nabi Ibrahim mau dibakar oleh Raja.Namrud, (padahal) tidak bisa berbuat apa apa seekor katak, ia hanya menaruh air di mulutnya, Berapakah besar mulutnya katak mau
memadamkan apinya Ibrahim? (Api menyala) lebih besar dari bukit, Katak mengambil air dari.sungai dan melompat lompat dan.menyemburkan air itu ke api, tidak berguna.perbuatan katak itu, Tidak akan bisa memadamkan api, tapi Yang Maha Melihat, (tetap) melihat!! Allah Swt melihat jiwa seekor katak yang kecil yang tidak dilihat oleh makhluk lainnya. Allah Swt tahu niat daripada hamba Nya yang kecil itu, cintanya kepada Nabiyullah Ibrahim dan niatnya menyelamatkan Nabi Ibrahim (padahal Nabi Ibrahim sudah dilindungi.oleh Allah) maka Allah mengharamkan katak.untuk dibunuh sampai akhir zaman.
Semua katak, padahal ini perbuatan satu saja. Yang berbuat satu, semua katak sampai akhir zaman haram dibunuh. Sampai diriwayatkan lebih dari 20 hadits, pelarangan Nabi saw membunuh katak sehingga para sahabat datang kepada Rasul saw mengajukan pertanyaan
“ada katanya jenis obat tapi diambil dari katak, harus membunuh katak”
dan Rasul saw melarangnya. Jangan jadikan pengobatan dari katak. Kenapa? karena katak dilindungi sampai akhir zaman. Kenapa? satu diantaranya pernah ingin menyelamatkan Nabi Ibrahim as.
Itulah kisah daripada larangan membunuh katak oleh Nabi. Begitu besar kemuliaan Allah yang menjadikan makhluk, hal yang kecil dan terlihar secara zahirnya tidak berguna namun hal kecil tersebut memberikan sebuah efek yang sangat besar. Allah Maha Mengetahui segala aa yang dilkukan hambnya.
Sebagaimana Firman-Nya,
“Wahai anakku, sesungguhnya jika ada sesuatu perbuatan seberat biji sawi dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan membalasnya. Sesungguhnya Allah Maha Lembut lagi Maha Mengetahui.” (QS. Luqman: 16)
Jumat, 14 Juni 2013
Menyikapi Bid’ah
Assalamu'alaikum wr.wb.
Bid'ah yang kita ketahui berdasarkan hadits sbg berikut...
“perkara yang paling buruk adalah perkara yang baru”. (HR.Bukhari)
Bid'ah sering dimaknai bahwa ia adalah mutlak buruk... Namun pada kenyataannya tidak semua
hal Bid'ah adalah buruk..
misal : Peringatan Maulid Nabi... apakah hal tersebut termasuk Bid'ah ?
jawabannya ialah, "Ya" namun bukan berarti bid'ah tersebut buruk bukan...
Al Imam Ibn Hajar di dalam kitabnya Fathul Bari bisyarah Shahih Bukhari mensyarahkan makna dari yang terakhir ini “perkara yang paling buruk adalah perkara yang baru”. Adalah hal hal baru yang bertentangan dengan syariah. Selama hal itu tidak bertentangan dengan syariah dan sunnah maka hal itu adalah hal yang baik.
Imam Ibn Hajar menjelaskan tentunya bahwa yang disebut bid’ah itu adalah jika hal itu adalah hal hal yang baru dan tidak bertentangan dengan syari’ah dan sunnah maka hal itu tidak dilarang, tapi jika bertentangan dengan sunnah dan syari’ah maka hal itulah yang terlarang. Ini yang dimaksud hadits “Seburuk buruk perkara adalah perkara yang baru”, maka maksudnya yang bertentangan dengan syari’ah Nabi Muhammad Saw.
Oleh sebab itu dijelaskan oleh Al Imam Ibn Rajab di dalam Jami’ Al'ulum wal Hikam, juga di dalam Tuhfatul ahwadziy yang menukil ucapan Imam Ibn Rajab bahwa ia berkata “sudah cukup firman Allah yang berbunyi
Innallaha ya'murukum bil adli wal ihsan….dst
Sungguh Allah memerintahkan kalian untuk berbuat keadilan dan kebaikan, menyambung hubungan dengan kerabat dan melarang hal hal yang munkar dan hina dan mewasiatkan kepada kalian untuk saling mengingatkan satu sama lainnya” (QS An-Nahl : 90) .
Ayat ini (dikatakan oleh Imam Ibn Rajab) dengan munculnya ayat ini sudah cukup memberi perintah semua hal yang baik baik. Apakah itu diajarkan oleh Sang Nabi saw atau belum diajarkan. Semua hal yang baik sudah diperintah di dalam ayat itu dan semua hal yang buruk sudah dilarang oleh ayat itu. itu ayat sempurna daripada penjelasan makna syari’ah dan sunnah. Semua hal yang baik diperintah disitu, selama
tidak bertentangan dengan syari’ah dan sunnah Nabiyyuna Muhammad Saw. semuah hal yang buruk sudah dilarang.
Jadi, janganlah memvonis Bid'ah sebagai sesuatu yang mutlak buruk karena pada kenyataannya tidaklah demikian.. artinya sikap kita terhadap bid'ah ialah bergantung bagaimana kondisi hal yang dianggap bid'ah tersebut.
Bid'ah yang kita ketahui berdasarkan hadits sbg berikut...
“perkara yang paling buruk adalah perkara yang baru”. (HR.Bukhari)
Bid'ah sering dimaknai bahwa ia adalah mutlak buruk... Namun pada kenyataannya tidak semua
hal Bid'ah adalah buruk..
misal : Peringatan Maulid Nabi... apakah hal tersebut termasuk Bid'ah ?
jawabannya ialah, "Ya" namun bukan berarti bid'ah tersebut buruk bukan...
Al Imam Ibn Hajar di dalam kitabnya Fathul Bari bisyarah Shahih Bukhari mensyarahkan makna dari yang terakhir ini “perkara yang paling buruk adalah perkara yang baru”. Adalah hal hal baru yang bertentangan dengan syariah. Selama hal itu tidak bertentangan dengan syariah dan sunnah maka hal itu adalah hal yang baik.
Imam Ibn Hajar menjelaskan tentunya bahwa yang disebut bid’ah itu adalah jika hal itu adalah hal hal yang baru dan tidak bertentangan dengan syari’ah dan sunnah maka hal itu tidak dilarang, tapi jika bertentangan dengan sunnah dan syari’ah maka hal itulah yang terlarang. Ini yang dimaksud hadits “Seburuk buruk perkara adalah perkara yang baru”, maka maksudnya yang bertentangan dengan syari’ah Nabi Muhammad Saw.
Oleh sebab itu dijelaskan oleh Al Imam Ibn Rajab di dalam Jami’ Al'ulum wal Hikam, juga di dalam Tuhfatul ahwadziy yang menukil ucapan Imam Ibn Rajab bahwa ia berkata “sudah cukup firman Allah yang berbunyi
Innallaha ya'murukum bil adli wal ihsan….dst
Sungguh Allah memerintahkan kalian untuk berbuat keadilan dan kebaikan, menyambung hubungan dengan kerabat dan melarang hal hal yang munkar dan hina dan mewasiatkan kepada kalian untuk saling mengingatkan satu sama lainnya” (QS An-Nahl : 90) .
Ayat ini (dikatakan oleh Imam Ibn Rajab) dengan munculnya ayat ini sudah cukup memberi perintah semua hal yang baik baik. Apakah itu diajarkan oleh Sang Nabi saw atau belum diajarkan. Semua hal yang baik sudah diperintah di dalam ayat itu dan semua hal yang buruk sudah dilarang oleh ayat itu. itu ayat sempurna daripada penjelasan makna syari’ah dan sunnah. Semua hal yang baik diperintah disitu, selama
tidak bertentangan dengan syari’ah dan sunnah Nabiyyuna Muhammad Saw. semuah hal yang buruk sudah dilarang.
Jadi, janganlah memvonis Bid'ah sebagai sesuatu yang mutlak buruk karena pada kenyataannya tidaklah demikian.. artinya sikap kita terhadap bid'ah ialah bergantung bagaimana kondisi hal yang dianggap bid'ah tersebut.
Kristen berpaham Monotheis atau Politheis ??
Umat kristen selalu memberikan jawaban dari pertanyaan diatas dengan lantang yakni "monotheis",, benarkah seperti itu ??
Dengan berbagai cara mereka selalu memberikan jawaban dan pernyataan serta apologi bahwa mereka berpaham monotheis, walaupun paham tersebut dilandasi dengan Trinitas.
Mari lihat apakah Kristen berpaham monotheis atau tidak.
Salah satu cara mereka agar orang percaya bahwa didalam paham Trinitas adalah satu oknum yang memiliki tiga pribadi. Gambarannya seperti ini,
1+1+1=1 ,, Unsur Trinitas diilustrasikan seperti ini, bahwasanya Satu oknum memiliki tiga pribadi. Menurut perhitungan logika 1+1+1=3 , ini masuk akal. Bagaimana dengan 1+1+1=1 ?? Logiskah ?
Bagi orang yang merasa pikiranya masih waras pasti tidak akan mengatakan bahwa 1+1+1=1 itu logis, kenapa? Karena kita berbicara ketuhanan,, jika 1+1+1=1 maka tidak ada penambahan oknum didalam konsep Trinitas itu sendiri, artinya Trinitas tidak ada fungsinya. Untuk apa membagi pribadi Tuhan yg ujung-ujungnya Satu oknum...???
Teori Kristen meyakini bahwa mereka berpaham monotheis, namun bagaimana dalam prakteknya ??
Pembagian unsur Trinitas paham ketuhanan Kristen adalah "Bapa - Roh Kudus - anak (Yesus)" mereka selalu menyebut ketiga unsur diatas, artinya apa ?? Pembagian seperti itu adalah pembagian yang bukan hanya sekedar membagi pribadi, namun jelas membagi oknum ,, tak tanggung-tanggung pembagian ini pun terdapat pada "Tugas" masing-masing oknum pribadi Tuhan Kristen.. apa logis Perbedaan Tugas pribadi tersebut yang katanya adalah satu oknum ??
Lucunya lagi, kristen meyakini bahwa Allah didalam kekekalan tidak mungkin berdiam diri makanya Allah "MEMBUTUHKAN" oknum yang berbicara kepadaNya, dan MendengarNya.. hehe... kalau ini artinya apa kalau bukan KRISTEN BERTUHANKAN TIGA ??
Konsep Trinitas tidak dapat menjawab konsep ketuhanan yang dapat diterima akal... dan jelas disini kristen berpaham politheis bukan monotheis...
Sekarang kita bandingkan dengan konsep ketuhanan Islam yakni Tauhid...
Allah swt Dialah satu-satunya Ilah semesta, Dia tidak membutuhkan apapun dari makhluk (termasuk oleh pemikiran bahwa Tuhan "MEMBUTUHKAN OKNUM AGAR DIDENGAR DAN BERBICARA"..
Jika Tuhan Satu (Esa) maka, Kita tidak akan pusing jika di tanya Siapa Tuhanmu? Kita akan menjawab Allah swt. (Habis perkara)... "bayangkan jika kristen yang ditanya, jawabannya Tuhan kami Yesus...trus kemana Bapa dan Roh Kudusnya?".
Allah Maha segala. Mengetahui, mendengar, melihat, penyayang, pengasih, pemurah, besar, agung, bijaksana, adil, suci, kuat, dll.. jadi, untuk apa oknum lain jika kesemuanya sudah mutlak kekuasaan Allah? Tidak ada!
Bagaimana Allah didalam kekekalan-Nya ??
Allah pastilah mengawasi manusia, mengabulkan doa, menjaga dunia sampai waktu yg ditentukannya, setiap manusia yg akan dilahirkan Allah memberikan takdir kepada calon manusia tersebut, dll.. dan itu menandakan bhwa Allah tidak Diam... "pemikiran bahwa Tauhid membuat Allah tidak berbuat apa2 adalah pemikiran absurd semata"...
Dengan berbagai cara mereka selalu memberikan jawaban dan pernyataan serta apologi bahwa mereka berpaham monotheis, walaupun paham tersebut dilandasi dengan Trinitas.
Mari lihat apakah Kristen berpaham monotheis atau tidak.
Salah satu cara mereka agar orang percaya bahwa didalam paham Trinitas adalah satu oknum yang memiliki tiga pribadi. Gambarannya seperti ini,
1+1+1=1 ,, Unsur Trinitas diilustrasikan seperti ini, bahwasanya Satu oknum memiliki tiga pribadi. Menurut perhitungan logika 1+1+1=3 , ini masuk akal. Bagaimana dengan 1+1+1=1 ?? Logiskah ?
Bagi orang yang merasa pikiranya masih waras pasti tidak akan mengatakan bahwa 1+1+1=1 itu logis, kenapa? Karena kita berbicara ketuhanan,, jika 1+1+1=1 maka tidak ada penambahan oknum didalam konsep Trinitas itu sendiri, artinya Trinitas tidak ada fungsinya. Untuk apa membagi pribadi Tuhan yg ujung-ujungnya Satu oknum...???
Teori Kristen meyakini bahwa mereka berpaham monotheis, namun bagaimana dalam prakteknya ??
Pembagian unsur Trinitas paham ketuhanan Kristen adalah "Bapa - Roh Kudus - anak (Yesus)" mereka selalu menyebut ketiga unsur diatas, artinya apa ?? Pembagian seperti itu adalah pembagian yang bukan hanya sekedar membagi pribadi, namun jelas membagi oknum ,, tak tanggung-tanggung pembagian ini pun terdapat pada "Tugas" masing-masing oknum pribadi Tuhan Kristen.. apa logis Perbedaan Tugas pribadi tersebut yang katanya adalah satu oknum ??
Lucunya lagi, kristen meyakini bahwa Allah didalam kekekalan tidak mungkin berdiam diri makanya Allah "MEMBUTUHKAN" oknum yang berbicara kepadaNya, dan MendengarNya.. hehe... kalau ini artinya apa kalau bukan KRISTEN BERTUHANKAN TIGA ??
Konsep Trinitas tidak dapat menjawab konsep ketuhanan yang dapat diterima akal... dan jelas disini kristen berpaham politheis bukan monotheis...
Sekarang kita bandingkan dengan konsep ketuhanan Islam yakni Tauhid...
Allah swt Dialah satu-satunya Ilah semesta, Dia tidak membutuhkan apapun dari makhluk (termasuk oleh pemikiran bahwa Tuhan "MEMBUTUHKAN OKNUM AGAR DIDENGAR DAN BERBICARA"..
Jika Tuhan Satu (Esa) maka, Kita tidak akan pusing jika di tanya Siapa Tuhanmu? Kita akan menjawab Allah swt. (Habis perkara)... "bayangkan jika kristen yang ditanya, jawabannya Tuhan kami Yesus...trus kemana Bapa dan Roh Kudusnya?".
Allah Maha segala. Mengetahui, mendengar, melihat, penyayang, pengasih, pemurah, besar, agung, bijaksana, adil, suci, kuat, dll.. jadi, untuk apa oknum lain jika kesemuanya sudah mutlak kekuasaan Allah? Tidak ada!
Bagaimana Allah didalam kekekalan-Nya ??
Allah pastilah mengawasi manusia, mengabulkan doa, menjaga dunia sampai waktu yg ditentukannya, setiap manusia yg akan dilahirkan Allah memberikan takdir kepada calon manusia tersebut, dll.. dan itu menandakan bhwa Allah tidak Diam... "pemikiran bahwa Tauhid membuat Allah tidak berbuat apa2 adalah pemikiran absurd semata"...
Langganan:
Postingan (Atom)